Ada Cinta Di Pulau Tidung, banyak yang rela berdesakan untuk mencapai Pulau Tidung. Adalah Jembatan cinta menjadi icon wisata Pulau Tidung yang berada di pertengahan antara
Pulau Tidung kecil dan Pulau Tidung besar jembatan Penghubung yang berada di wilayah Pulau Tidung kepulauan seribu Selatan. Mencoba melompat menjadi tradisi anak muda Pulau Tidung dan para wisatawan.
Sejarah Cinta Di Pulau Tidung
Pada awal Tahun 2006 di mulailah sebuah kisah cinta dengan dbagunnya sebuah jembatan penghubung antara
Pulau Tidung
kecil dan Pulau Tidung besar yang berbentuk apung denngan berbahan kayu
di bawahnya drum yang di ikat tali besar dengan berbentuk garis lurus
namun jembatan tersebut rusak karena tali pengikatnya tidak kuat dan
drumnya hanyut jembatan tersebut kekuatanya hanya dalam jangka waktu 8
bulan sudah hancur
pada tahun 2008 dibuatlah kembali jembatan penghubung tersebut
dengan kayu tancap namun kayu tancap dengan berbentuk kayu tancap
kembali amruk jembatan tersebut dalam jangka waktu 1 tahun 8 bulan
dikarnakan kulitas kayu kurang baik dan kayu tersebut tidak cocok sebagi
bahan jembatan dan banyak juga bahan- bahan kayu yang terbakar
pada tahun 2010 di bagun kebali dengan tiang tancap yang berbentuk
beton atau semen tapi di atasnya tetap kayu lagi- lagi kekuatan kayu
tersebut tidak baik dan cepat keropos.
Sejarah Cinta tidak mesti identik dengan kecantikan namun adanya kesetiaan mnjadi bukti sejarah akan adanya dua sejoli yang merasa perlu sehidup semati seperti Pulau Bidadari yang terkenal cantik dan patinya semua orang akan tertarik dan jatuh cinta. Siapapun dia' berhak jatuh cinta tidak menjadi monopoli anak muda Pulau Tidung .